r i m p a n g

bertumbuh keluar

"Wasiat yang Kesekian" oleh Lembu Putih

RP.005 | 7 Desember 2019 | 1.5 menit

Setiap nafas yang berhembus adalah kekacauan di tiap-tiap hidup liyan. Karenanya hari ini aku memutuskan untuk tidak lagi memimpikan masa depan. Mungkin lebih baik begini, tidak apa-apa merasa sunyi, sepi lalu mati sendiri. Menyeret siapa pun untuk terlibat denganku meskipun hanya sepersekian detik sama saja dengan kutukan. Hidup dan lahirku adalah satuan kesalahan.

"Cikini Pukul Lima" oleh sotongcabeijo

RP.004 | 7 Desember 2019 | 2 menit

Tetap saja, berapa kali pun kamu ingin mengulanginya, tak akan banyak yang bisa kamu ubah di Cikini pukul lima. Pedagang kaki lima akan tetap memasang tendanya, dan beberapa orang tetap berlarian memburu yang menurut mereka perlu diburu, dan kendaraan berjubel di jalan, dan kereta separuh terisi datang dari kota hujan, dan beberapa orang menunggu seseorang entah dari mana, sama halnya dengan kamu yang berdiri di Cikini tepat pukul lima.

"Ngopi Kok Dua Puluh Ribu" oleh Bayu Hartono

RP.003 | 7 Desember 2019 | 3.5 menit

Dalam konteks pengetahuan saya yang terbatas. Menjadi seorang lelaki tanggung yang memakai celana jeans murah untuk kerja sehari-hari serta punya beberapa lingkaran pertemanan membuat saya berusaha beradaptasi dalam berbagai kelas sosial sedinamis apa pun realitanya, baik dalam keadaan termahir maupun terfakir. Muda-mudi sudah tidak butuh lagi bahan dasar seperti kemiri, bawang, sayur, daun bawang dan beras murah. Semua hanya butuh kopi murah di malam hari sebagai esensi hidup; yang dalam segi nalar sudah tidak masuk dalam imaji setiap orang pada tahun 1980an.

rimpang

Sebuah ladang terbuka untuk esai mini dari siapa pun yang berkenan ikut bermain, dikelola secara mandiri oleh para amatir di berhala.

Baca sedikit cerita tentang rimpang atau bagaimana berkontribusi dan ikut bermain dalam kesia-siaan lain yang kami budidayakan di ladang kecil ini.